Secara ilmiah banyak pakar berbagai bidang keilmuan berusaha menginterprestasikan cara otak manusia bekerja (Artificial Intelligence), banyak misteri yang belum terungkap betapa rumitnya mengaplikasikan ke dalam kehidupan nyata pada sebuah perangkat elektronik, komputer, gadget dan sebagainya.
Atas dasar itulah Baidu sebuah perusahaan mesin pencarian raksasa asal China tergugah untuk meneliti secara mendalam tentang kemungkinan mempermudah kehidupan manusia dengan menjajaki meniru prinsip dasar otak manusia bekerja dengan mendirikan laboratorium penelitiannya di Silicon Valley, AS seperti diungkap Micgadget.
Kantor pusat Apple yang berada di lokasi sama jauh sebelumnya telah mencoba menerapkan ke dalam aplikasi SIRI, deteksi pengenalan berbasis suara pengguna smartphone untuk berkomunikasi dengan perangkat platform iOS. Sementara Google juga telah mencoba teknologi komunikasi pengguna lewat perangkat platform Android lewat tehnik deteksi pada sistem pengenalan suara lewat fitur Google Street View, yang hingga kini raksasa pencarian nomor satu di dunia itu masih terus mengumpulkan data-data di seluruh dunia.
Apakah ini langkah strategi Baidu yang mencoba berkolaborasi dengan pihak Apple dan Google terkait ambisinya menciptakan sebuah aplikasi populer yang sanggup mengikuti kejeniusan interaksi otak manusia dengan lingkungannya? Entahlah tetapi yang jelas Baidu mengklaim telah menciptakan sebuah alat untuk proses pencarian data internet melalui lewat suara dan menyatakan skala kesalahan hanya 30% saja.







Post a Comment